Tak sempat galau


Bulan-bulan ini, adalah bulan yang paling padat saya lalui. Tidak melulu soal kuliah yang hampir seminggu penuh masuknya, tapi juga keterlibatan saya dalam berbagai kegiatan. Ya, rumah kos bahkan hanya saya pergunakan untuk mandi, tidur , dan berganti pakaian. Selebihnya, saya lebih sering keluar dan bertemu dengan banyak orang, atau menjalani berbagai aktivitas yang bermanfaat buat saya. Bagi saya, tiada hari tanpa tambahan pengetahuan. Kalau Pak Mario bilang “jangan sampai ada waktu dimana anda tidak lebih tahu, tidak lebih mengerti”. Jadi, setiap hari minimal saya menjadi lebih tahu dan lebih mengerti walau hal-hal yang selama ini terlihat sepele. Seperti lokasi rumah makan yang enak dan murah untuk anak kos, dsb. Saya yakin, segala yang saya ketahui akan bermanfaat bagi orang lain . Entah itu dalam waktu dekat atau jauh.
***
Saya mengamati rak yang ada ada di dalam kamar. Ya, geli sendiri melihat begitu banyak barang-barang kosmetik yang sempat dibeli dan begitu saja ditelantarkan,tersenyum melihat aksesoris yang sudah beberapa bulan ini hampir tidak pernah saya sentuh lagi.
Hmm, saya pun menghela nafas panjang. Beberapa bulan ini saya hampir tidak pernah membeli produk kosmetik yang bergonta-ganti. Saya hanya menggunakan apa yang ada karena minimnya waktu luang untuk berpikir soal itu. Dan nyatanya, bahkan wajah saya sudah hampir tak ada aksesorisnya. Mungkin karena jarang bercermin, hingga saya tidak pernah lagi mengeluhkan soal wajah yang berminyak, wajah yang berjerawat, dsb. dan sayapun cenderung lebih santai karena tidak direpotin soal itu.
Setelah saya pikir-pikir, semakin banyak waktu yang saya manfaatkan, semakin kita tidak bisa galau karena tidak sempat untuk memikirkan seuatu yang tidak bermanfaat baik buat saya maupun orang lain.



                                                                                                                                             

Komentar

Postingan Populer